Aku tidak sembuh, dari penyakit entah malas atau depresi(f) yang telah lama menggerogoti sendi-sendi semangat hidupku...
Ternyata memang benar, kesedihan adalah teman yang setia. Untuk apa kita bahagia? Percayalah, hanya kekecewaan yang akan datang mengiringinya...
Karena saat kita bahagia, ada ekspektasi tentang ini atau itu yang akan ikut membaik
"Tersenyumlah maka dunia akan tersenyum kembali padamu,"
untuk apa, sih, kata-kata kosong seperti itu?
Tidak banyak yang berubah setelah aku berbahagia seminggu-dua minggu ini...
at the end of the day, I'm still the same tired girl questioning if life's worth while
and maybe it's not, right?
Looking at my stagnant progress, I in fact haven't made that much improvements this year
I was just lying to myself, tried to convince her that she's fine now, all bright and hopeful
it's still shitful like it always was Fan, wake up
Kamu kira kenapa begitu sulit untuk bangun dari tidurmu? -- kamu tidak punya alasan kan untuk hidup?
tidak ada yang ingin dilakukan, ingin tidur saja...
ingin bersembunyi, kamu teringat dunia di luar sana begitu berisik
B E R I S I K bukan?
Saat setiap hari kamu harus mengayuh pedal sepeda hijaumu pergi ke sana ke mari dan di jalan mobil-mobil memainkan simfoni klakson ketidaksabaran. Dasar manusia-manusia serakah! Apakah kurang nyaman berkendara dalam dinginnya temperatur AC? Tidak bisakah bersabar sedikit? Kami berpanas-panasan di luar sini!
Setiap hari melangkahkan kaki tergesa ke ruang kelas karena lagi-lagi terlambat, sementara orang-orang di seputaran kampus yang bahkan tidak berkata apa-apa tapi kenapa begitu ramai? Jangan benci atau anggap aku aneh...
Lalu kamu duduk di kursi itu, mendengarkan entah apa, menulis entah apa, memirkan entah apa. Sukses dan gelimang harta? Sukses dan kemampuan mengaplikasikan ilmu? Untuk apa kuliah kalau hanya akan jadi seonggok KEGAGALAN? Kamu ga ga l kamu ga ga l ka mu ada la h keg ag alan.
Aku ingin mati saja
Belum kusebutkan tentang serangan panik kecil yang mendera setiap kali hujan selesai turun dan aku melihat suasana yang terasa begitu familiar tapi membuatku membenci saat ini. Aroma tanah, langit mendung, dunia berpalet warna suram dan mata yang menangkap suatu sudut kota -- dan aku ingin kembali ke entah mana lalu membekukan waktu agar tak berputar maju ke neraka yang sama ;
Ternyata memang benar, kesedihan adalah teman yang setia. Untuk apa kita bahagia? Percayalah, hanya kekecewaan yang akan datang mengiringinya...
Karena saat kita bahagia, ada ekspektasi tentang ini atau itu yang akan ikut membaik
"Tersenyumlah maka dunia akan tersenyum kembali padamu,"
untuk apa, sih, kata-kata kosong seperti itu?
Tidak banyak yang berubah setelah aku berbahagia seminggu-dua minggu ini...
at the end of the day, I'm still the same tired girl questioning if life's worth while
and maybe it's not, right?
Looking at my stagnant progress, I in fact haven't made that much improvements this year
I was just lying to myself, tried to convince her that she's fine now, all bright and hopeful
it's still shitful like it always was Fan, wake up
Kamu kira kenapa begitu sulit untuk bangun dari tidurmu? -- kamu tidak punya alasan kan untuk hidup?
tidak ada yang ingin dilakukan, ingin tidur saja...
ingin bersembunyi, kamu teringat dunia di luar sana begitu berisik
B E R I S I K bukan?
Saat setiap hari kamu harus mengayuh pedal sepeda hijaumu pergi ke sana ke mari dan di jalan mobil-mobil memainkan simfoni klakson ketidaksabaran. Dasar manusia-manusia serakah! Apakah kurang nyaman berkendara dalam dinginnya temperatur AC? Tidak bisakah bersabar sedikit? Kami berpanas-panasan di luar sini!
Setiap hari melangkahkan kaki tergesa ke ruang kelas karena lagi-lagi terlambat, sementara orang-orang di seputaran kampus yang bahkan tidak berkata apa-apa tapi kenapa begitu ramai? Jangan benci atau anggap aku aneh...
Lalu kamu duduk di kursi itu, mendengarkan entah apa, menulis entah apa, memirkan entah apa. Sukses dan gelimang harta? Sukses dan kemampuan mengaplikasikan ilmu? Untuk apa kuliah kalau hanya akan jadi seonggok KEGAGALAN? Kamu ga ga l kamu ga ga l ka mu ada la h keg ag alan.
Aku ingin mati saja
pic source: https://id.pinterest.com/pin/412994228313244651/
Belum kusebutkan tentang serangan panik kecil yang mendera setiap kali hujan selesai turun dan aku melihat suasana yang terasa begitu familiar tapi membuatku membenci saat ini. Aroma tanah, langit mendung, dunia berpalet warna suram dan mata yang menangkap suatu sudut kota -- dan aku ingin kembali ke entah mana lalu membekukan waktu agar tak berputar maju ke neraka yang sama ;

