Hai dunia! Fani sepertinya sudah kembali menjadi dirinya yang biasanya. Akhirnya. Setelah berhari-hari aneh dan merasa asing, bertanya-tanya, "Ini aku bukan sih?" Aftermath KKN cukup parah mempengaruhi hidupku dua minggu belakangan. Syukurlah aku masih manusia karena masih sanggup beradaptasi, walau memakan banyak waktu. Bagaimanapun 50 hari memang bukan waktu yang singkat kan? Bukan hal yang terlalu aneh kalau aku kesulitan menyesuaikan diri setelah kembali ke 'peradaban'. Sampai-sampai aku terus menunda untuk menulis tentang kisah KKN-ku karena menunggu hati cukup kuat.
Semuanya terlalu indah dan 50 hari terasa begitu cepat berlalu karena mereka bertujuh; dari kiri belakang ada aku, Nita, Henny, Ely, dan Lala, depan dari kiri juga ada Arvin, Fadel, dan Ario.
Kesimpulan yang aku tarik dari tidak banyak obrolan dengan teman-teman yang juga baru menyelesaikan KKN: ngegap adalah kunci WKWKWKW... Pas mereka aku ceritain betapa ngegapnya aku dan teman-teman subunitku, mereka malah bilang, "Lebih seru kayak gitu Fan!" Hehe, puji Tuhan kalau begitu...
Sebenarnya aku sering merasa bersalah dengan gap yang terjadi ini tapi ya sudahlah, sudah berlalu, lagipula semua bahagia seolah tidak ada gap apa-apa haha...
Entah sampai kapan D'Pogandas akan tetap bersama, sejauh ini kami masih sedikit-sedikit berbagi kabar di grup WA dan wacana main masih menjadi wacana, tapi tak apa, apapun yang terjadi nantinya, mereka tetap satu bagian super indah dalam kehidupanku <3 Terima kasih sudah hadir dan mewarnai 50 hari KKN yang kukira tidak akan seindah itu guys! Sayang pol sama kalian :")
Tidak ada peran ibu-ayah atau sejenisnya di D'Pogandas, kami semua setaraf: teman -- teman yang entah bagaimana cocok saja kepribadian, selera humor, sampai selera julidnya WKWKWK. Tidak ada yang terlalu menggurui karena jauh lebih dewasa dan sebaliknya tidak ada juga yang terlalu manja karena belum dewasa. Kami benar-benar seirama dan setara, saling jaga dan bercanda.
Salah satu slogan kami adalah, "Emangnya kita ngapa-ngapain harus berdelapan ya?", sebuah pertanyaan yang aku lontarkan karena heran kenapa kami ke mana-mana dan melakukan apa-apa hampir selalu harus bersama-sama seperti serombongan bebek. Kalau ga salah pas itu kami ada yang mau ngeprint dan bikin materi di laptop, gensetan di rumahku, eh semuanya ikut, yang ga ada kepentingan juga ikut WKWKWKWK... aku yang lagi capek abis pulang dari Abason auto nyeletuk, "Emangnya kita ngapa-ngapain haru berdelapan ya?" karena heran liat Arvin yang sama-sama dari Abason keliatan capek tapi bukannya tidur di Papa Kadus malah ngintil ke Papa Natan. Terus disahut sama Lala, "IYA." WKWKWKW dasar kita...
Setiap ada kejadian apapun yang berbahaya kami semua auto panik, bukan memikirkan diri-sendiri tapi keselamatan satu sama lain. Yang paling aku ingat adalah saat Fadel gatel sampe makannya cepet banget dan udah keliatan ga nyaman gitu, terus abis makan dia langsung ke kamar, kami cepet-cepet abisin makan sambil teriakin nanya dia kenapa, selesai makan kami buru-buru melihat keadaan Fadel di kamar. Lala ngecek kulitnya, Ario nyuruh Henny ambil CTM, Nita sama Ely lari ke rumah ambil caladin, aku doa di depan pintu. LOL. Arvin seperti biasa lagi dinas ke Salakan.
Lagu-lagu yang sering kita nyanyikan
Terima kasih kepada ukulele pink coral milik Nita yang sudah menceriakan hari-hari kita di Poganda. Dari pagi sampai malam, kita isi jeda-jeda waktu kosong dengan bersenandung riang. Beberapa lagu paling mainstream yaitu:
- Waktu Yang Salah (favorit Totok)
- Cinta Beda Agama
- Kangen
- Dia
- Dua lagunya Virgoun
- Manusia Bodoh
- Can't Help Falling in Love
- Perfect
Kita sempat ingin mengadakan tribut untuk band-band tertentu tapi kemudian gagal karena ingat-ingat lupa dengan lagu-lagunya WKWKWKWK... Misalnya Peterpan, Radja, Kangen Band, dan ST12. Nggilani emang selera musik kita *kecuali Ario.
Senam
Terima kasih kepada Totok alias Henny yang sudah mengadakan program senam sehat setiap Jumat. Berkat program inilah kita semua teracuni demam Kaka Enda dan Nona Peling. Dua senam legend yang tak akan terlupa! Setiap Jumat aku tak pernah merasa kekurangan serotonin wkwkwk...
Momen yang nggak akan terlupa adalah pas malam perpisahan di Poganda, setelah lelah berdero sampai sekitar jam 2 lewat, Papa Hasran (our infrastruktur senam HAHA) sampe udah ganti kaos, kami mengakhiri kegiatan joget hari itu dengan ONE LAST KAKA ENDA X NONA PELING.
Anjir sih... pas itu aku baru aja duduk setelah capek dero ronde kesekian, diputer musik Kaka Enda, aku auto bangkit dan gabung ke barisan. Begitu masuk ke lirik langsung nangis! Senam sambil nangis dan nangisnya tuh yang sakit dari hati gitu lho. It was one of my best moment, really! Karena aku pribadi emang suka banget sama dua senam ini WKWKWKKW... bikin bahagia woy T_T *tau sendiri lah, aku susah bahagia. Papa Hasran juga keliatan emosional banget huhu...
Sampe di Jogja aku udah dua kali senam sendiri di kamar HAHA
Oiya apalagi liriknya Nona Peling ter-FAV
Alang-alang!
It was one of our most hectic day ever: couo-couo pergi ke Leme-leme buat pasang baliho (yang ada foto artis Bangkepnya tu lho) dan ciui-ciui sibuk memangkas alang-alang dari deket Buka Layo (ini barusan mikir keras lupa nama tempatnya). Seperti biasa aku sebagai ceue sok kuat tentu saja tidak mau memakai manset maupun latex, sehingga sekujur tangan-kaki-bahkan muka dan leher penuh baretan yang pedis, loro cuk. Terus kita sampe malem berjibaku berdelapan (+ Papa Yongki our hero, Papa Mail our craftsman) bikin huruf-huruf buat gapura. Teras rumah Kadus udah penuh alang-alang, sampe masuk-masuk ke rumah dan kamar couo. Lelah, akhirnya kami berdelapan berakhir di atas springbed biru penuh peer; cosplay alang-alang, begitu istilah kerennya WKKWKW... Literally delapan manusia di atas kasur yang sama. Dasar kita.
Triple T (Trip to Tatendeng)
Perjalanan ke Tatendeng bakal jadi salah satu yang paling nggak terlupa!!! Pagi, aku sama Fadel ngurusin takraw di Luk, lainnya ada cek kesehatan di baldus. Pertandingan takraw pagi itu penuh dengan drama dan perselisihan *lol, kemudian usai sekitar jam 11. Cepat-cepat kami berdua balik ke Poganda karena udah ditunggu Papa Kadus. Sampai di 'rumah', sudah ada Papa-Mama-Parel dan Arvin (yang nungguin Lala). Kami berangkat duluan karena so ditunggu sejak pagi di Tatendeng. Mbonceng Fadel di jalanan yang asing dan berkelok dan ada yang lagi dibenerin adalah sebuah kengerian di siang hari -_- but at least we got to talk about life, a little, good to hear some of his stories.
Yang paling berharga dari kunjungan ke Tatendeng adalah ketemu dan berkenalan dengan Pak Maleso! Beliau ini katanya adalah ensiklopedia Banggai Kepulauan, he knows everything! Seru banget dengerin Pak Maleso cerita ngalor ngidul sampe ngalor lagi tentang sejarah Bangkep <333 Ga cuma sejarah, beliau juga adalah seorang pemerhati lingkungan khususnya burung-burung dan satwa yang ada di Gunung Kokolomboi.
Senang juga akhirnya kami punya foto berdelapan yang cukup proper :D
dikagetin lalu terkejut mari lanjut...
Semuanya terlalu indah dan 50 hari terasa begitu cepat berlalu karena mereka bertujuh; dari kiri belakang ada aku, Nita, Henny, Ely, dan Lala, depan dari kiri juga ada Arvin, Fadel, dan Ario.
Kesimpulan yang aku tarik dari tidak banyak obrolan dengan teman-teman yang juga baru menyelesaikan KKN: ngegap adalah kunci WKWKWKW... Pas mereka aku ceritain betapa ngegapnya aku dan teman-teman subunitku, mereka malah bilang, "Lebih seru kayak gitu Fan!" Hehe, puji Tuhan kalau begitu...
Sebenarnya aku sering merasa bersalah dengan gap yang terjadi ini tapi ya sudahlah, sudah berlalu, lagipula semua bahagia seolah tidak ada gap apa-apa haha...
Entah sampai kapan D'Pogandas akan tetap bersama, sejauh ini kami masih sedikit-sedikit berbagi kabar di grup WA dan wacana main masih menjadi wacana, tapi tak apa, apapun yang terjadi nantinya, mereka tetap satu bagian super indah dalam kehidupanku <3 Terima kasih sudah hadir dan mewarnai 50 hari KKN yang kukira tidak akan seindah itu guys! Sayang pol sama kalian :")
Tidak ada peran ibu-ayah atau sejenisnya di D'Pogandas, kami semua setaraf: teman -- teman yang entah bagaimana cocok saja kepribadian, selera humor, sampai selera julidnya WKWKWK. Tidak ada yang terlalu menggurui karena jauh lebih dewasa dan sebaliknya tidak ada juga yang terlalu manja karena belum dewasa. Kami benar-benar seirama dan setara, saling jaga dan bercanda.
Salah satu slogan kami adalah, "Emangnya kita ngapa-ngapain harus berdelapan ya?", sebuah pertanyaan yang aku lontarkan karena heran kenapa kami ke mana-mana dan melakukan apa-apa hampir selalu harus bersama-sama seperti serombongan bebek. Kalau ga salah pas itu kami ada yang mau ngeprint dan bikin materi di laptop, gensetan di rumahku, eh semuanya ikut, yang ga ada kepentingan juga ikut WKWKWKWK... aku yang lagi capek abis pulang dari Abason auto nyeletuk, "Emangnya kita ngapa-ngapain haru berdelapan ya?" karena heran liat Arvin yang sama-sama dari Abason keliatan capek tapi bukannya tidur di Papa Kadus malah ngintil ke Papa Natan. Terus disahut sama Lala, "IYA." WKWKWKW dasar kita...
Setiap ada kejadian apapun yang berbahaya kami semua auto panik, bukan memikirkan diri-sendiri tapi keselamatan satu sama lain. Yang paling aku ingat adalah saat Fadel gatel sampe makannya cepet banget dan udah keliatan ga nyaman gitu, terus abis makan dia langsung ke kamar, kami cepet-cepet abisin makan sambil teriakin nanya dia kenapa, selesai makan kami buru-buru melihat keadaan Fadel di kamar. Lala ngecek kulitnya, Ario nyuruh Henny ambil CTM, Nita sama Ely lari ke rumah ambil caladin, aku doa di depan pintu. LOL. Arvin seperti biasa lagi dinas ke Salakan.
Lagu-lagu yang sering kita nyanyikan
Terima kasih kepada ukulele pink coral milik Nita yang sudah menceriakan hari-hari kita di Poganda. Dari pagi sampai malam, kita isi jeda-jeda waktu kosong dengan bersenandung riang. Beberapa lagu paling mainstream yaitu:
- Waktu Yang Salah (favorit Totok)
- Cinta Beda Agama
- Kangen
- Dia
- Dua lagunya Virgoun
- Manusia Bodoh
- Can't Help Falling in Love
- Perfect
Kita sempat ingin mengadakan tribut untuk band-band tertentu tapi kemudian gagal karena ingat-ingat lupa dengan lagu-lagunya WKWKWKWK... Misalnya Peterpan, Radja, Kangen Band, dan ST12. Nggilani emang selera musik kita *kecuali Ario.
Senam
Terima kasih kepada Totok alias Henny yang sudah mengadakan program senam sehat setiap Jumat. Berkat program inilah kita semua teracuni demam Kaka Enda dan Nona Peling. Dua senam legend yang tak akan terlupa! Setiap Jumat aku tak pernah merasa kekurangan serotonin wkwkwk...
Momen yang nggak akan terlupa adalah pas malam perpisahan di Poganda, setelah lelah berdero sampai sekitar jam 2 lewat, Papa Hasran (our infrastruktur senam HAHA) sampe udah ganti kaos, kami mengakhiri kegiatan joget hari itu dengan ONE LAST KAKA ENDA X NONA PELING.
Anjir sih... pas itu aku baru aja duduk setelah capek dero ronde kesekian, diputer musik Kaka Enda, aku auto bangkit dan gabung ke barisan. Begitu masuk ke lirik langsung nangis! Senam sambil nangis dan nangisnya tuh yang sakit dari hati gitu lho. It was one of my best moment, really! Karena aku pribadi emang suka banget sama dua senam ini WKWKWKKW... bikin bahagia woy T_T *tau sendiri lah, aku susah bahagia. Papa Hasran juga keliatan emosional banget huhu...
Sampe di Jogja aku udah dua kali senam sendiri di kamar HAHA
Oiya apalagi liriknya Nona Peling ter-FAV
Sa so berlayar jauh dari Taliabu~ mau bilang cinta tapi sa pe hati raguEA BANGET SIH DASAR LIRIK...
Alang-alang!
It was one of our most hectic day ever: couo-couo pergi ke Leme-leme buat pasang baliho (yang ada foto artis Bangkepnya tu lho) dan ciui-ciui sibuk memangkas alang-alang dari deket Buka Layo (ini barusan mikir keras lupa nama tempatnya). Seperti biasa aku sebagai ceue sok kuat tentu saja tidak mau memakai manset maupun latex, sehingga sekujur tangan-kaki-bahkan muka dan leher penuh baretan yang pedis, loro cuk. Terus kita sampe malem berjibaku berdelapan (+ Papa Yongki our hero, Papa Mail our craftsman) bikin huruf-huruf buat gapura. Teras rumah Kadus udah penuh alang-alang, sampe masuk-masuk ke rumah dan kamar couo. Lelah, akhirnya kami berdelapan berakhir di atas springbed biru penuh peer; cosplay alang-alang, begitu istilah kerennya WKKWKW... Literally delapan manusia di atas kasur yang sama. Dasar kita.
Triple T (Trip to Tatendeng)
Perjalanan ke Tatendeng bakal jadi salah satu yang paling nggak terlupa!!! Pagi, aku sama Fadel ngurusin takraw di Luk, lainnya ada cek kesehatan di baldus. Pertandingan takraw pagi itu penuh dengan drama dan perselisihan *lol, kemudian usai sekitar jam 11. Cepat-cepat kami berdua balik ke Poganda karena udah ditunggu Papa Kadus. Sampai di 'rumah', sudah ada Papa-Mama-Parel dan Arvin (yang nungguin Lala). Kami berangkat duluan karena so ditunggu sejak pagi di Tatendeng. Mbonceng Fadel di jalanan yang asing dan berkelok dan ada yang lagi dibenerin adalah sebuah kengerian di siang hari -_- but at least we got to talk about life, a little, good to hear some of his stories.
Yang paling berharga dari kunjungan ke Tatendeng adalah ketemu dan berkenalan dengan Pak Maleso! Beliau ini katanya adalah ensiklopedia Banggai Kepulauan, he knows everything! Seru banget dengerin Pak Maleso cerita ngalor ngidul sampe ngalor lagi tentang sejarah Bangkep <333 Ga cuma sejarah, beliau juga adalah seorang pemerhati lingkungan khususnya burung-burung dan satwa yang ada di Gunung Kokolomboi.
Senang juga akhirnya kami punya foto berdelapan yang cukup proper :D
dikagetin lalu terkejut mari lanjut...
PPK - Para Pemburu Kepompong
CPC - Calon Plang Cebol
Anti Misogynist Misogynist Club!
FSS - Festival Sea Sea
BKM - Budak Kelapa Muda
SBT - Senja Bersama Terakhir
PRHI - Pilu Rasanya Hati Ini
Ini apaan sih kenapa penulisnya nggak niat!?
Udahan aja lah yang nulis kalau ga niat!
Oke bye~
PDSMT - Pulang Dengan Semua Moda Transportasi
OIYA! After Movie Ala-ala(kadarnya)
❤❤❤❤❤❤❤❤
OIYA! After Movie Ala-ala(kadarnya)
❤❤❤❤❤❤❤❤













