Hai! Malam Sabtu, sehabis hujan mengguyur ringan, di ruang belajar depan ruangan Sr. Mariyati, siap menerjemahkan hasil
copy-paste berbahasa Inggris ke Bahasa Indonesia demi terselesaikannya UAS
take home F&B Management. Hah... malam panjang lainnya, Fan? Kenapa kamu setenang ini padahal di 'dalam sana' ada badai berkecamuk? Tidak, sebenarnya tidak setenang itu, makanya lari ke sini untuk meluapkannya.
This year have been crazy, if not craziest among all the years lived consciously (karena pas bayi sampe umur berapa gitu diitung
unconscious LOL)
Crazy because? Karena Tuhan bekerja melebihi semua yang bisa terpikirkan. Benar-benar mengalami yang ditulis Paulus dalam Efesus 3:20
Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.
Tidak ingat dalam kesempatan apa Mama membagikan ayat melalui chat pribadi di WA, awalnya juga tidak banyak peduli dengan ayat tersebut tapi apa yang terjadi sepanjang tahun ini seperti bukti bahwa Tuhan memang mampu melakukan jauh lebih dari apa yang sanggup dipikirkan bahkan doakan. Rencana-Nya sungguh melampaui akal manusia, benar-benar dahsyat.
Memang sering sebagai manusia terpikirkan ini dan itu, memimpikan ini dan itu, otak penuh khayalan ini dan itu yang tentu saja indah menurut ukuran manusia. Mencapai ini dan itu, bisa melakukan ini dan itu, bahkan terkadang ada imajinasi di dalam imajinasi di mana diri dalam imajinasi itu juga sedang berimajinasi
(apa sih woi) dan apalah diri ini, yang terlalu sering dikecewakan oleh harapannya sendiri; gagal berkali-kali, ditolak berulang kali sampai merasa tidak berharga bahkan berasa sampah.
Namun kemudian Tuhan menunjukkan bahwa Ia sedang mengerjakan sesuatu, Dia punya
road map yang seringnya ingin dipercepat saja langsung ke hasil padahal ada proses menuju ke sana. Tuhan punya rencana di balik setiap kejatuhan yang Ia izinkan terjadi. Tuhan punya rencana di balik setiap rasa sakit yang harus dilalui. Tuhan punya rencana setiap kali Ia merendahkan kita serendah-rendahnya sampai kita merasa tidak punya suatu apapun lagi...
God, is doing something in our life. Sesuatu yang melebihi apa yang kita bisa harapkan.
Ditolak berkali-kali setiap mendaftar organisasi atau kepanitiaan? Jujur itu sesuatu yang teramat sangat menjatuhkan mental (yang dari sononya juga sudah tidak sebaja itu, lebih mirip tempe). Dari SMA sampai kuliah lho, entah udah berapa kali tersisih dari yang namanya
open recruitment. Sampai rasanya udah
nggak mau peduli lagi, mau jadi apatis aja, bawaannya jadi rendah diri dan pesimis, mau mencoba sesuatu yang baru udah takut ketolak duluan.
But you know what?
Tahun ini Tuhan mengizinkan untuk bahkan tidak perlu melewati proses pendaftaran, Ia izinkan untuk langsung dimintai tolong menjadi Kepala Divisi. Gila kan? Pernah terpikirkan? Tidak sama sekali...
tapi apakah itu 'akhir'? Bukan, dalam perjalanan sebagai Kadiv Litbang Himapa, Tuhan menunjukkan bahwa selama ini, alasan kenapa terus saja tertolak ya memang karena masih ada sangat banyak kekurangan.
Leadership kurang, masih
moody, cepat marah, berpikiran negatif, tidak suka bersosialisasi, terlalu panik menghadapi ini itu... dan rentetan kekurangan lain. Tuhan seperti memberitahuku, "Seandainya sebelum ini kamu diterima di sana-sini, kamu belum siap dan hanya akan stres dan terus menyalahkan diri-sendiri lalu menyerah dan benar-benar tidak mau lagi terlibat lalu menutup diri... terpuruk sendiri." -- Dia benar, dan itu sangat patut disyukuri... Mana pernah sebelumnya terlintas pikiran seperti itu. Biasanya hanya bisa menyalahkan Tuhan dan diri-sendiri padahal ternyata ada rencana yang lebih di balik itu semua.
Tulisan ini hanya secuil kecil pelajaran yang Tuhan berikan di tahun 2018 yang sedang berjalan mendekati garis akhir. Sebuah pelajaran tentang pengharapan, kerendahan hati, dan keberserahan diri karena...
https://twitter.com/dmrmlindsay/status/678204448666091520
Ditunggu keseloan (dan kenekatan) selanjutnya untuk menyisihkan UAS lari ke blog! <3