Barusan pulang dari liburan cukup panjang. Oke bisa dibilang itu bukan liburan. Kali ini aku kudu bener-bener bikin postingan, bukan cuma nulis draft ga jelas -_-
Yaps! Aku dan temen-temen seangkatanku beserta beberapa guru dan karyawan SMA Negeri 1 Magelang baru saja melakukan pelancongan ke Bali -_- *pelancongan
Ini bukan program membolos massal, ya sebenernya sih iya tapi dibikin alibi dengan kedok nama 'Studi Pengenalan Kampus dan Budaya' alias Stukadaya~
Foto di atas yang ada aku melet sipit, Ainun berkacamata mringis dan Yeyen ngunyu di depan itu diambil di parkiran bis di calon kampus ku (Amin) yaitu Universitas Gadjah Mada \^^/
Sebenernya sih aku nggak mau foto-foto di situ, secara taun depan aku udah jadi mahasiswi gitu di sana dan bisa tiap hari foto di sana (Amin) u.u tapi ya apa daya kalau HP udah diambil alih tukang selfie ya jadinya gitu.
Nah itu aku ke UGM nya hari Senin, berangkat dari sekolah sekitar jam 7 dan nyampe sekitar jam setengah 9 terus ndengerin penjelasan tentang fakultas sampe sekitar jam 11 kalau nggak salah inget. Ada 3 fakultas yang bisa kami pilih buat kunjungi (milihnya udah dari sebelum hari H, dan ada beberapa anak yang dapet fakultasnya nggak sesuai pilihan sih -_- apalagi anak IIS gitu banyak yang kecewa... *denger-denger)
Ada yang ke Teknik, FEB, sama Psikologi. Aku sih jelas mantap milih dan dapet Psikologi ^^ yang agak jadi perdebatan (sebenernya yang banyak ndebatin juga cuma aku sih --') adalah kenapa anak MIA (Matematika dan Ilmu Alam) bisa milih FEB dan Psikologi sedangkan anak IIS (Ilmu Ilmu Sosial) nggak bisa milih Teknik. Walaupun alesannya udah jelas tapi ya aku masih aja kurang kerjaan merasa agak nggak trima XD *pancen
Yahhhhh penjelasan dari Ibu Dosen Muda cukup menyenangkan sih ... tapi ya seperti biasa, aku nggak punya cukup niat untuk bertanya atau menjawab. Nyali sih ada dikit tapi niatnya nggak ada -_- aku pribadi merasa perlu banget melakukan pengobatan buat niatku yang cetek banget ini T_T dan juga buat kadar "hate to be the center of attention" yang terlalu tinggi. Mungkin bakal terobati besok kalau udah mulai kuliah Psikologi (Amin)
Bali... ternyata lebih indah dari ekspektasi. Terkadang aku memang terlalu berekspektasi atau sebaliknya, nggak berekspektasi sama sekali; mencegah kekecewaan aja sih. Lucu juga rasanya sepanjang jalan melihat sesuatu yang bener-bener berbeda, aku merasa bener-bener keluar dari kandang dan menemukan dunia yang lain... membukakan mata banget lah :)
Kalau harus milih antara pantai sama gunung... kayaknya aku milih pantai aja deh.
Pantai itu menenangkan. Gunung itu menegangkan. Aku suka keseimbangan dua hal itu, tapi, still lah, ketenangan itu menyenangkan dan memberi lebih banyak ruang untuk mendengarkan banyak hal. Gunung itu terlalu menantang, membuat aku merasa ada di tengah persaingan, perlombaan, kompetisi, di mana aku harus fokus dan ngotot. Which is really not like me ;)
Itu di Kuta, di belakangku ada temen-temenku. Tempat favorit ku selama di Bali adalah nggak ada. Ya, nggak ada, karena semua bagus. Kadar bagusnya juga sama. Semua bikin excited sekaligus bikin merasa flat.
Saat-saat yang paling aku nikmatin adalah saat aku bisa melepaskan diri dari temen-temenku dan mencoba merasakan suasana yang ada dengan diriku sendiri~ dan itu susah banget dapet waktunya. Kemana-mana bareng-bareng terus. Hehe, ya nggak papa sih, kalau sendirian nanti ilang ato malah kayak orang aneh (padahal emang) u.u
Ya meskipun nggak dapet banyak waktu buat merenung sendiri, tetep ada kok beberapa pelajaran berharga yang aku dapet selama Stukadaya ini...
Tentang 'angkatan' yang punya slogan 'aku dan kamu yang menjadi kita'...
Aku cuma bisa senyum sinis denger slogan itu. 'Kita' dalam arti yang sejauh apa? Mungkin iya kalau sekedar menyebut 'angkatan kita' ~ tapi kalau berharap makna 'keluarga' yang bener-bener 'keluarga'... aku rasa itu sulit. Sulit memang bukan berarti nggak bisa. Untuk yang satu ini aku cuma bisa berusaha bersikap sewajar mungkin, senormal mungkin, dan tetep pakai akal sehat; aku nggak akan jadi buta dan menganggap 'angakatan' ini segalanya kalau memang belum jadi sesuatu yang bisa disebut segalanya......
Tentang sahabat...
Ada sahabat yang selalu ada di sisiku, ada sahabat yang selalu ada jadi tong sampahku, ada sahabat yang selalu ada dan tetap ada walau terpisah jarak, ada sahabat yang bukan sahabat.
Haha... Iya, sahabat itu nggak harus satu paket komplit dalam satu sosok. Bener-bener sebuah pelajaran yang unik tapi cocok banget rasanya sama hati :D
Tentang kesendirian...
Sendiri di tengah keramaian ternyata sungguh suatu paradoks yang indah. Entahlah. Aku merasa menemukan diri-sendiri saat berada di tengah keramaian seorang diri. Tentu saja bukan sembarang keramaian .-. keramaian yang 'nyaman' haha...
Tentang orang-orang yang benar-benar berarti...
Ya, ternyata aku yang selama ini terlalu memikirkan pendapat orang lain tu bener-bener udah salah. Karena pada akhirnya yang berarti hanyalah mereka yang benar-benar berarti haha ;D
Akhirnya aku akan mengakhiri post ini wkwkwkw...
Maaf ya kalau gaje dan blog ini emang bukan blog anak travelling jadi ya... cerita perjalanan malah kebanyakan baper gini *eak sok banget ya pake kata 'baper' biar kekinian...
Well, abis ini aku mau nulis post di wordpress, tentang 'another new start'~ yaaaaaaah, nggak ada kata 'Basi!' buat memulai suatu awal yang lain ......
Thanks for every little things, Pulau Dewata!






0 comments:
Post a Comment