Dia akan tetap peduli kok. Jangan khawatir, hatinya terlalu tidak tega untuk berhenti peduli. Sekali ini saja, biarkan dia menutup mata, telinga, dan aliran pikirannya untuk menulis. Bukan karya sastra yang patut diapresiasi. Lagipula dia tidak suka mendapat banyak atensi.
Kita mulai dengan kebodohan pertama. Kangen? Rindu? Hah! Sejak kapan kamu jadi anak cinta? Kamu kan cewek jutek penyendiri itu...
Ternyata memang lebih baik tetap seperti itu. Entah kenapa tapi sepertinya memang belum saatnya. Be good, be kind, be careful, be cheerful, be helpful. Itu lebih kamu daripada be taken.
Jadi begitulah. Cewek itu memutuskan untuk memperpanjang masa kesendirian. Bukan masalah, sendiri tak selalu sepi... Saat sendiri, dia lebih bisa menemukan diri. Sampai suatu hari nanti, orang yang sudah ditetapkan oleh Tuhan menemukannya.
Uyeah! Tulisan gamutu sudah selesai diketik. ^^

0 comments:
Post a Comment