Thursday, June 14, 2018

(Menunggu) Yang Terakhir

Kemarin, aku merayakan banyak "terakhir" dalam hidupku. Bukan "banyak" juga sih, dan mungkin sebenarnya para"terakhir" itu juga bukan benar-benar yang terakhir. Ha ha... jadi kenapa sok-sokan dirayakan segala?

Aku tau, mungkin di suatu postingan lama di blog ini aku sudah pernah mendeklarasikan ke-move on-an ku dari cinta pertamaku. Tapi ya gitu, mudah ditebak, nyatanya aku memang belum move on, sampai kemarin. Ralat, (semoga) sampai kemarin, saja.

Kenapa tiba-tiba sadar kalau belum move on Fan?

Soalnya masih baper.

Ciyeee jujur

Ya lagian dia ga bakal baca ini :/

Terus kalau dia baca?

Haha, exactly why me goes around throwing codes

Ha? Soalnya ga bakal ada yang ngerti itu soal mereka?

Yupseee~

Yakin amat -_- 

Yakin dong, kan udah ada Bukti dari Virgoun

Karepmu -_- btw ga konsisten amat sih, tadi di atas banget mendeklarasikan kalo akhirnya move on, ini ditanyain "kenapa tiba-tiba sadar kalau belum move on," lo jawab-jawab aja bukannya mengelak. Gimana sih -.-

He he... 


Karena aku masih, masih, masih saja belum berpindah 

Aku tidak mau (lagi) berkata 'sudah' ketika hatiku berkata 'belum' 

Berlebihan, memang. Alay, mungkin. Drama, biar! 

Sekarang yang aku butuhkan adalah seseorang yang sanggup menghentikan kemageran hatiku untuk berpindah dari 'dia' ... Aku butuh seseorang yang bisa membuatku 100% melupakan 'dia'. Seseorang yang bukan sekadar singgah, namun berlabuh.

Semoga saja ada. Semoga saja segera.  Kutunggu :) 

 
dan ya gimana ya, selama aku masih menunggu 'yang terakhir' itu maka tulisan soal 'yang pertama' seperti ini berarti mungkin akan masih ada lagi wkwkwkw~

0 comments:

Post a Comment