Thursday, September 15, 2016

Unfinished

FINALLY! My dormitory's wifi is back! And now I find my oasis once again <3 Wifi, snacks, music, and alone! Thank GOD!

Guys, I'm here with the same sad love story of mine... How many repeats do I need until I find the right one? Hmm... no need to be grumpy anyway~

So, let's first talk about the criminal. I call him; wind. Yeah, after coffee, it's now wind. Realize how his name already resemble how unreachable he is? Wind isn't something we can catch, right? So can't I, reach him. He (like the other 'he') always is, the definition of perfect for me. Handsome, cool, multitalented, kind, and has something in him which makes me can't help but falling, hard.

Hufff, why me with this nonsense :((

I wouldn't call this 'nonsense' if he likes me too which is; impossible.




Dan kamu tahu? Aku nggak bisa berbuat apa-apa kali ini. Bukan karena takut atau gengsi, but simply becasue aku udah terlalu paham batas. He's not the one. He's not for me. Jadi buat apa effort, taking steps closer, berharap atau apapun itu. Aku pengen sih jadi temennya, tapi... sampai saat ini, cuma bisa memandang dari kejauhan, udah deket pun juga cuma bisa memandang... payah ya?

Nyesek sih. Saat pada waktu yang sama aku tahu percuma mengharapkannya namun juga sangat menginginkannya.

Nyesek sih. Ketika hidup terasa begitu lucu dan penuh satir seolah menyindirku yang lagi-lagi salah jatuh... menertawakanku, membuat beribu canda tentang kisahku yang entah kenapa aku mulai meski tahu akhirnya hanya akan mengulang akhir kisah-kisah yang lalu.

Nyesek sih. Karena seperti yang sudah-sudah, angin pun nampak bagai rumah yang akan sangat nyaman untuk pulang... Berteduh dalam teduh matanya, berlindung di balik tinggi badannya, bersandar pada lapang bahunya. Nyaman, aman, so homey... rumah yang sekali lagi bukan untukku tinggal ataupun singgah.

Nyesek, saat semua yang mataku lihat adalah kesempurnaan dalam sosoknya namun dia bukan sempurna untuk aku, tapi orang lain.

Tuhan, lindungi aku dengan cara yang lain. Lindungi aku ketika aku sudah jatuh lebih dalam. Buat dia menyukaiku juga, lalu lindungi aku.

Bodoh.



Bodoh...


0 comments:

Post a Comment