Selamat sore dunia! Sisa-sisa hujan di pepohonan luar jendela masih jadi pemandangan tapi aku harap keputusasaan yang lagi-lagi datang semalam sudah tidak meninggalkan bekas. Ya, aku, kita (mungkin) memang harus deal with it, bahwa suara-suara yang mengajak untuk berkubang dalam rasa putus asa kemudian membuat kematian menjadi hal menarik itu memang akan selalu ada. Pelankan volumenya, ia toh tetap terdengar berteriak. Tutup telinga, toh ia masuk melalui sela lain. Ha. Bagai racun ia menyiksamu perlahan; penyiksaan makin menyiksa dilakukan perlahan kan? Orang-orang bermental sehat dan kuat akan dengan mudah menampiknya, menangkisnya enteng begitu saja. Lalu kita? Para so called losers ini kudu berupaya sedemikian menghalangi diri dari masuk ke perangkap keputusasaan. Tidak ada yang bilang itu mudah. Buat kita, itu susah.
Karena somehow ada keterikatan batin antara kita dan putus asa, ada keindahan dalam kesedihan dan kita sangat tahu itu; terkadang ia membuat rindu, seperti candu, sedih itu candu. Suara-suara gaduh di kepala, meminta untuk menyerah saja dengan hidup, dibarengi dengan realita yang nggak indah-indah amat. Ah. Komposisi yang sempurna untuk menarik kita turun kemudian tersekap lagi bahkan mungkin selamanya, dalam keputusasaan.
Entah setan mana atau malaikat bernama siapa yang menolongku semalam. Ia hanya dengan simple berkata, "Jangan dipikirkan," dan seketika suara itu kupaksa berhenti bernyanyi, walaupun dengan itu berarti aku mengakhiri hariku juga karena otakku ikut serta berhenti ingin berpikir sama sekali. Ah. Aku selamat.
Selain itu, setelah diselamatkan, aku selalu diberi kesempatan untuk memutuskan harus apa. Kacau sekali belakangan ini; hubunganku dengan-Nya. Yah, aku merasakan-Nya dan berdialog dengan-Nya dengan sering sih. Tapi aku tidak meluangkan -bahkan nyaris sedetik pun tidak- waktu untuk-Nya, khusus untuk-Nya. Kelelahan dan kemalasanku mengambil terlalu banyak ruang hidupku. Aku perlu membereskannya. Mengenai keputusan yang aku buat, aku berbisik memberitahu diriku bahwa aku ingin hidup dengan sederhana.
Tentang hidup sederhana itu, tunggu aku di postingan lain ya :)
Tuesday, November 29, 2016
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment