Postingan kurang berfaedah kali ini aku dedikasikan untuk seseorang yang terlalu baik untuk membuatku menunggu, sudah 18 tahun 7 bulan aku menunggu. Seseorang yang juga terlalu baik untuk menungguku. Seseorang yang sudah Tuhan tuliskan akan menjadi teman hidupku. Seseorang yang selalu jadi objek pertanyaan: kapan?
Ditemani ambisi hati menemukan titik rasa yang pasti, sesapan kafein yang tak pernah berefek, dan keberbelitan kinerja otak... aku ingin kamu tahu ini,
Hai,
Hai, rasanya selalu buruk, ketika aku merindukanmu dan keadaanku sedang kacau. Kita yang sudah jauh, seolah semakin jauh. Karena aku buruk, aku pikir aku belum siap bertemu denganmu. Karena aku sangat buruk, aku tidak tahu apakah aku bisa membaik... kemudian aku mulai kehilangan harapan bahwa kamu ada, bahwa kita nyata, bahwa pertemuan akan tiba.
It's so dark, dear. It's so painful... to be this bad.
I'm bad. I'm sick. I'm not perfect. I'm not even a good daughter nor a very good sister. Neither a good friend. Good student isn't a case too.
It's just so dark right now. I'm so tired of my life.
I want to give up...
Because I don't see it. I don't see anything getting better because... why? Why is it gonna be better? I'm suck. I'm bad. I'm not willing to change, I don't have the courage, I don't have the vision nor motivation nor intention... I just want it, a little, and expect it to be easy. I'm suck. Really.
Lo di mana sih.
Tapi enggak bro. Gue ga yakin bisa ketemu lo. Gue bahkan ga yakin sama eksistensi lo. Gue merasa ga layak dibikinin kisah cinta sama Tuhan. Hidup gue ancur. Kacau. Ga bener gini... kenapa gue pantes punya pacar? Kenapa gue ... menyedihkan banget.
.......... sekian, dari istri masa depanmu, yang antara ada dan tiada
Mungkin harusnya gue punya iman aja sih bahwa semua bakal baik adanya. Gue cuma... lagi ga baik-baik aja :)

0 comments:
Post a Comment