kisah lembah kekelaman sepanjang 210 hari tersebut... Aku akui menuliskan ini bukanlah hal yang mudah atau menyenangkan, bahkan sebenarnya juga tidak begitu penting. Namun aku rasa ini akan berguna untukku di masa depan nanti. Jadi...
Aku sedih dan... diletakkan di tempat yang sulit. Bukan, aku bukan mau menyalahkan Tuhan atau siapapun, aku hanya mengungkapkan 'fakta versiku'. Menurutku dan menurut pengalaman yang sudah pernah aku ceritakan juga di sini; aku memang sedih. Ha! Ya, like, I'm basically a sad person, maybe a grumpy person? Negative person - if I say it harshly. Aku bukan orang yang bubbly, ceria, ramah, menyenangkan, positif, bersemangat, dan sejenisnyaa.
Awal tahun ini semuanya baik-baik saja, bahkan kalau aku membaca-baca jurnalku di awal 2017 (yang baru aja aku baca kemarin, dan aku benar-benar baru inget kalau awal tahun ini semua emang baik-baik aja, to the point where I was very optimistic; I set goals and yeah everything seemed pretty cool in my journal) dan menilik semester 2-ku yang walaupun IPK turun 0,02 tapi kuliah masih menyenangkan dan hidup... bisa dijalani dengan senyuman lebih dari tangisan. Liburan tengah tahun juga... FINE like~ FINE!
Everything started to fell down (again) since I moved room (in my dormitory, we move every year and get new roommates). Unit 4 (kamar lamaku, kamar pertamaku di asrama) mungkin memang keterlaluan nyamannya, di sana aku benar-benar menemukan orang-orang yang... luar biasa. Mungkin (dan sepertinya memang) Unit 4 adalah kali pertama (maybe but hopefully not last) dalam hidupku aku punya semacam 'geng' yang bener-bener... bener bener T.T aku sayangi, ingin ku jaga, aku... (ok, aku ga bisa deskripsiin betapa berharganya Unit 4 buat aku) like sebelumnya, aku selalu susah cocok dengan orang-orang baru, even awalnya aku pengen kabur dari asrama tapi mereka berhasil bikin aku sangat-sangat merasa nyaman, semua momen bareng mereka entah di kamar ato di manapun sangat-sangat memorable, heartwarming, dan akhirnya asrama seolah jadi rumah keduaku T.T
Sadly, this time around I got not-so-fun-roommates... Mungkin bukannya not-so-fun sih, aku aja yang ga ada chemistry sama mereka atau aku yang terlalu cinta Unit 4 :') aku aja yang gagal move on... aku aja yang terlalu... berekspektasi dan kaku, susah adaptasi. I knew from the start, yeah, intuition -my old friend- told me, kalau this unit is... wrong. At first I still tried to be grateful and had positive mindset, tried my best to get along with them, be kind, be nice, be understanding, be helpful..................... BUT THEN ARGH! I can't. Really. They are too much. No, not all of them, just two of them, well particulary 'one' but the other one is siding with that 'one' so I can't stand her too. WHY DO THEY BOTH EXIST?!
Aku nggak sedang melebih-lebihkan tapi memang kenyataannya, aku tidak bisa hidup seatap dengan mereka. Aku butuh support system dan keberadaan mereka adalah anti-support system untukku. Aku bukannya membenci mereka, aku hanya... tidak bisa hidup dengan mereka. Aku merasa tidak nyaman, aku tidak bisa menjadi diri-sendiri, mengungkapkan apa yang ingin aku ungkapkan... dan itu melelahkan, sangat melelahkan. Kuliah tidak semakin mudah di semester yang semakin meningkat dan kondisi kamar yang tidak mendukung memperparah semuanya. Aku bukan mengada-ada, tercatat di jurnalku, sejak Agustus mood-ku terus-menerus bergejolak tidak stabil. Sejak Oktober sampai saat ini... hidupku bisa dibilang kacau dan tidak teratur.
Oke, mungkin aku yang salah karena tidak bisa beradaptasi dan terlalu mengikuti mood, emosi, atau perasaan. Mungkin buat orang lain, sekadar sekamar dengan orang yang tidak disukai bukanlah hal yang besar yang sampai memengaruhi keseluruhan hidupmu... tapi buat aku, ini semua memang terjadi dan aku memaafkan diriku sendiri untuk itu. Aku bukan lemah, aku hanya butuh supporting environment to function well dan itu bukan kesalahan; aku berhak mendapatkannya. Oh iya dan berada di unit/kamar sekarang itu sering mengingatkanku pada kata-kata "Lebih baik sendiri daripada kesepian di tengah keramaian,". Ya, begitulah.
Ya, jadi seperti itulah yang aku alami selama 7 bulan hiatus ini. Naik-turun kehidupan yang membuatku terlalu malas untuk membuka blogger dan menulis hehehe... simply because I lost a very-good-nearly-perfect-support-system-that-is-unit-4 dan struggled bahkan hanya untuk bernafas di kamar baru.
Menuliskan ini semua membuatku terpikir sesuatu; mungkin Tuhan ingin aku belajar untuk tidak mengandalkan atau mengharapkan orang lain, my support system should've been God and Him alone. Kondisiku sempet jaya sekitaran September-awal Oktober saat aku rajin berdoa dan baca Alkitab, aku juga bisa get along sama dua orang tadi. Hmmm, ya gitu, kalau udah masalah Tuhan tuh, taun ini aku sadar banget: seringkali aku udah tau jawabannya, aku cuma ga mau nglakuin. Ya gitu, posisiku saat ini juga seperti itu :') Tuhan, susah banget ya mau taat T.T karena everytime aku mencoba buat menyangkal diri, taat sama Tuhan dan hidup damai sama 'mereka' aku selalu end up merasa kalau cuma aku yang berusaha sedangkan mereka tetep aja melakukan hal-hal yang ga aku suka T.T




0 comments:
Post a Comment