*dimohon berkompromilah dengan the amount of cheesiness and cringe on this post
Di bawah adalah lagu Last Child bertajuk 'Rinduku Di Sana' yang kebetulan didengar saat sedang rindu seseorang. Fyi, seseorangku udah berubah (lagi), tapi sedang berusaha menetralisir hati :")
(tulisan ini (dan banyak tulisanku lainnya) ditulis dalam waktu yang terpotong-potong sehingga akan ditemukan ketidaksinkronan, ya begitulah)
Aku masih berniat mem-posting tulisan ini, sesampah apapun. Membaca banyak tulisan orang-orang lain membuatku sadar betapa buruknya kemampuan menulisku. Ah, biarlah... sejak kapan Stephanie Gracia peduli dengan yang seperti itu? Misalkan saja perkataan seorang dosen di kelas kemarin;
"Mahasiswa pariwisata harus suka jalan-jalan, harus tahu tempat makan yang khas dan unik,"
"Asah softskill, perbanyak pengalaman... pariwisata bukan hanya teori,"
"Harus ramah, orang pariwisata harus enak dan supel,"
Dosen itu jelas-jelas tidak salah, beliau kompeten dan... well, the definition of 'successful woman' according to what the world would define. Meanwhile me? This human is kunfused af. Aku memang punya semacam ketakutan mengenai ketidakmampuanku menjalani 'kehidupan sesungguhnya' beriringan dengan 'kehidupan rohani'ku. Aku masih sering meragukan keyakinanku sendiri, "Sebenarnya ini tuh yakin atau meyakin-yakinkan diri sih?" Ucapan-ucapan yang memotivasi diri bahwa yang terpenting saat ini adalah studi dan hubunganku dengan Tuhan, aku tidak tahu apakah aku mengucapkannya dengan iman atau hanya untuk merasa aman. Hey, tapi itu memang benar kan? ._.
Kembali lagi ke soal 'jawab tungguku dengan doamu' dan 'rindu'. Ah, mudah ditebak Fan, tulisanmu selalu berputar di permasalahan itu. Niat menulismu hanya muncul saat hatimu berperkara. Urusan hati seolah bahan bakarmu menulis. Ya bukan masalah sih, kamu hanya berharap dengan menuliskannya akan sedikit reda, kan, gejolak di hatimu. Semoga bisa, melelahkan bukan? Bertanya-tanya tak tahu harus berharap atau berhenti. Otak berkata berhenti saja namun hati enggan berpaling. Ya bagaimana, ia bahagia saat kamu 'rawan terluka', ia bahagia saat kamu terjatuh (dalam cinta).
Aku melakukan hal-hal aneh karena ini. Biasanya aku memang sudah aneh, jadi... ini membuatku jadi lebih aneh lagi. Kesal saat ia ada di peringkat atas viewer snapgram namun sedih kala ia menghilang. Sengaja tidak membuka snapgram-nya tapi ingin tahu apa yang dia lakukan. Berusaha menghapus ingatan akan senyum dan segala geriknya tapi di saat terabsurd (saat panik sepeda hilang) yang terlintas di pikiran malah dia, dia, dan dia. Berjalan di kampus dengan biasa saja tapi mendadak memukuli jidat karena tiba-tiba sosoknya muncul dalam benak. Masih banyak lagi tingkah-tingkah gila yang kulakukan :") kenawhy sih Fan so BUCIN :""") Pengen cerita tentang dia ke orang-orang tapi nggak berani menghadapi hujatan, "FAN DIA TERLALU BAIK BUATMU!"
Wahai hati, emosi, dan ekspektasi... kuperintahkan kalian untuk B E R H E N T I!

0 comments:
Post a Comment