Aku ingin engkau selalu ada
Aku ingin engkau aku kenang
Selama aku masih bisa bernafas
masih sanggup berjalan
ku kan selalu memujamu
Meski ku tak tahu lagi
engkau ada di mana
Dengarkan aku... Ku merindukanmu
Sepedaku hilang, guys. H I L A N G. Seseorang merenggut salah satu benda kesayanganku, ia nyaris selevel berharganya dengan Piyo. H I K S.
Aku sedang dan masih menangisinya. Sudah empat hari kulalui tanpanya. Berangkat kuliah yang biasanya saja sudah berat karena kemalasanku, kini bertambah karena ketiadaan kendaraan dan rindu yang harus kutahan setiap melintasi jalanan yang biasa kulalui dengannya. Belum lagi jalan-jalan lain; Sagan, Jalan Colombo, Cik Di Tiro, dan lainnya. R I N D U itu berat, seperti kata Dilan.
Aku masih enggan membeli sepeda baru, bahkan meminjam sepeda orang lain pun aku belum ingin. Beberapa hari ini aku ke mana-mana dengan Gojek, menebeng motor teman, atau berjalan kaki. Rasanya seperti berlari tanpa kaki karena kaki-kakiku tak lagi bisa mengayuh pedalnya.
Tegar
Ku kan mencoba melewatinya
Lepas
Lepaskan semua yang sudah berlalu
Tapi tanpa dirimu tak mungkin
Ku terus berlari tanpa kaki...

0 comments:
Post a Comment