Monday, April 8, 2019

[ L a g i p u l a ]

Ini tentang segala hal yang menjadi tak apa karena lagipula.
Baguslah aku membatalkan mimpi menjadi dokter. Seorang dokter tidak mungkin menghadapi luka besar menganga lalu berujar, "Biarkan saja, nanti juga kering sendiri."

Aku seperti itu,
 tidak masalah walau sebenarnya aku sakit, lagipula penyebab rasa sakitku itu tidak nyata, hanya ada dalam kepalaku saja.

Sudah 21 tahun kehidupan ini aku jalani... Sejak 1998 sampai 2019 banyak hal sudah terlalui dan sejauh ini semua aman terkendali. Hal buruk tentu banyak terjadi; tapi terima kasih untuk ingatan jangka pendekku, aku sudah melupakan sebagian besar hal-hal buruk itu.

Jadi...
Tak mengapa walau harus menanggung semuanya sendiri, lagipula aku sudah terbiasa dan akan segera melupakannya.

Hidup mengajarkanku bahwa segala sesuatunya akan selesai pada akhirnya. Jadi kalau ada yang berlarut-larut tak kunjung usai, kita tidak boleh menyerah, setidaknya bertahanlah walau hanya berpegangan pada benang yang tipis
Jadi jangan putus harapan setiap kali semua terasa begitu berat dan jalan keluar tidak terlihat, lagipula kita tahu kalau pada akhirnya semua akan baik-baik saja dan kalau masih 'tidak baik-baik saja', itu karena belum saatnya saja.

Mereka bilang, "Diam itu emas," dan mungkin itu benar karena pengalaman mengajarkanku bahwa banyak bicara cenderung membahayakan. Berbahaya ketika yang kamu bicarakan menyakiti orang lain, berbahaya ketika isi otakmu kelewat absurd dan nantinya ucapanmu tidak akan membuat orang lain paham.

Jadi aku belajar,
diamkan saja masalahmu, tidak usah berbicara, lagipula banyak berkata-kata hanya akan memperkeruh keadaan, anggap saja tidak ada apa-apa. Biarlah waktu yang berbicara. 

Ya, mereka juga bilang, "Waktu adalah obat yang paling mujarab." Waktu juga sama seperti 'diam', sama-sama disebut 'emas'. Jadi mungkin itulah mengapa ada keterkaitan di antara keduanya; diam saja, biar waktu yang memulihkan.


Namun, beberapa orang tak sependapat, mereka bilang waktu tidak menyembuhkan karena ia hanya terus berjalan seenaknya, tanpa menunggu orang-orang yang tertatih mengejar ketertinggalan.


Ah, aku tidak tahu, tapi yang jelas aku baik-baik saja, atau setidaknya aku memilih untuk baik-baik saja karena

lagipula siapa yang peduli kalau aku memilih sebaliknya?
lagipula siapa yang mau mendengar keluhan yang tak ada habisnya?
lagipula untuk apa punya masalah? Tidak punya saja hidup sudah cukup suram...

Photo by Anthony Tran on Unsplash

dan lagipula masalah ada hanya karena kita menganggap sesuatu sebagai masalah...
lagi-lagi, semua hanya permainan pikiran, bukan? 





0 comments:

Post a Comment