Abstrak
Ternyata saya masih sama: merasa sangat tidak nyaman ketika berbohong. Syukurlah, setidaknya saya masih boleh berucap bangga, "Saya sering sombong sih tapi saya jujur."
Jadi marilah kita akhiri skenario kebohongan ini: Fani masih jomblo guys, setelah hampir 21 tahun!!! Fani belum ketemu jodoh, masih disayang-sayang sama Tuhan Yesus seorang 😂 Snapgram yang menggambarkan seolah-olah Fani pacaran itu hanyalah H A L U !
Maka dengan ini saya nyatakan bahwa Stephanie Gracia Suryani...
dan beberapa teman terkasih saya terverifikasi tertipu!✅
LATAR BELAKANG
Sebagai kaum tuna asmara yang hatinya terlunta-lunta sekian lamanya, sering timbul rasa iri-dengki-benci-tapi-rindu terhadap para manusia penyandang status taken. Bagaimana tidak? Kemesraan diumbar sana-sini entah melalui media sosial atau dengan seenaknya berlalu lalang di sekitar saya. Kenapa sih mereka ini sungguh tidak peka? Namun yang barusan saya ketik itu sesungguhnya bukan latar belakang utama skenario ini dimulai. Inti dari inti, core of the core dari jomblo yang lebih dari jomblo lainnya ini melakukan penipuan publik tak lain ialah: ISENG BELAKA :")
Selasa, 9 April 2019 . Siang hari di Fisipmart bersama kawan belajar bareng untuk UTS sore.
🙆 : Saya
😌 : Teman saya
🙆 : (membaca beberapa patah kata dari materi UTS tetapi kemalasan melanda dengan dahsyatnya kemudian tiba-tiba muncullah ide random di dalam otak)"Was jadi aku mau upload snapgram seolah-olah punya pacar gitu ah, iseng. Jadi tuh sempet ada tren gitu di kalangan Kpopers."😌 : "Eh mana lihat-lihat!"🙆 : (Menunjukkan 'bahan' yang saya temukan di Pinterest)"Terus nanti aku kasih caption 'akhirnya ada yang nemenin revisian' sama kasih lokasi itu biar meyakinkan."😌 : "Aku juga mau dong..."🙆 : "Kenapa ya di kala dua jam menuju UTS kita malah begini..."
//// begitulah toxic nya pergaulan saya ha ha ha ha
RUMUSAN MASALAH
Masalahnya adalah kenapa sih saya kurang kerjaan banget? :")
TUJUAN
Enggak lho, sungguh sesungguhnya tidak ada niatan membohongi siapapun. Saya malah berpikiran sangat positif, "Ah teman-teman saya kan cerdas dan berbudaya mana mungkin ketipu. Mereka palingan udah ngerti betapa halunya saya."
Terus tujuannya apa? Nggak ada, cuma iseng, murni iseng... dan kalau ngomongin nipu: Come on, we shouldn't trust Instagram that much guys~
Tidak ada tinjauan pustaka dan landasan teori, lompat ke...
METODOLOGI
1. Cari foto di Pinterest (atau manapun seperti Google/Tumblr/...)
Pro tips: pakai kata kunci "boyfriend material EXO/BTS/NCT/any boygroup"; "Kpop boyfriend material"; "Kpop boyfriend snapchat", dan sejenisnya. Nggak susah mendapatkan gambar yang diinginkan karena hal seperti ini memang banyak dilakukan para kaum seperhaluan Kpopers.
![]() |
| Contoh hasil pencarian bahan kehaluan |
2. Edat edit edut edet edot
Tenang, tidak perlu skill mumpuni dalam bidang editing. Cukup dengan aplikasi sederhana atau bahkan tanpa aplikasi tambahan, cukup langsung di Snapgram ae sudah bisyaaaa
3. Upload
4. Tunggu reaksi netijeng :")
Apa sih ya abis Metodologi? Ya pokoknya ya guys INI HASIL KESIENGANNYA:
![]() | ||
| Ini Snapgram pertama (1 reaksi dari Kakak asrama) |
![]() |
| Snapgram ke-2 ada satu reaksi juga dari sahabat sejak SMA |
![]() |
| ke-3 juga 1 reaksi (ini temenku yang super cerdas pun kemakan) |
![]() |
| Snapgram ke-4 yang paling rame, mulai dari temen SMA, temen kampus, sampe temen... Tinder lol |
Kamu sendiri bagaimana? Apakah sempat tertypu? 😅😅😅
lagipula kata
Saya selaku manusia kebanyakan berpikir sedikit bertindak dihantui oleh rasa bersalah (selain rasa jijik dengan caption cheesy yang saya buat sendiri) yang cukup dalam oleh aksi kebohongan keisengan saya ini. Memang sih saya hanya iseng dan banyak teman saya yang cukup tahu bahwa snapgram-snapgram tersebut hanyalah halusinasi tetapi tetap saja, saya dihinggapi kekhawatiran kalau-kalau keisengan saya ini telah menipu cukup banyak orang dan akhirnya mereka jadi tidak bisa percaya lagi pada saya. Mungkin memang benar adanya,
dan tidak ada yang namanya white lies, berbohong untuk kebaikan. Bohong ya bohong, no excuses. Masih beracuan pada kata-kata Nietzsche di atas, yang paling dirugikan dari kebohongan sebenarnya bukan orang yang dibohongi tetapi orang yang mengucapkan kebohongan itu sendiri karena jika kebenaran terungkap, akan sulit baginya untuk mendapatkan lagi kepercayaan orang lain. Iya sih, Nietzsche juga pernah bilang kalau "lie is a condition of life" which means lying is somehow inevitable for us hoomans but what I want to say is: we at least shouldn't choose someone whose political campaigns are full of lies, false accusations, and defamations!
It's crazy how many lies they've spread all over this country berflower T_T Ora, I know you guys smart people could differentiate mana yang ngibul/hoax mana yang fakta TAPI
- Banyak eh masyarakat yang masih menelan informasi mentah-mentah tanpa disaring dulu :( yang gampaaaaaaaaaaang banget percaya apapun yang dia denger/baca terus abis itu broadcast ke mana-mana sehingga makin banyak yang tertypu. Sementara ketika ada berita klarifikasi belum tentu sampai ke mereka-mereka ini T_T
- Some other people choose to believe the lie :) because truth, for them, is what they choose to believe... Kalau aku yakinnya begini ya ini kebenaran!













0 comments:
Post a Comment