Mei, 2019
"Tiba-tiba... hal yang sebelumnya begitu berharga menjadi jauh berjarak dan yang dulunya bukan apa-apa, menemukan jalan menjadi dekat bermakna."
![]() |
Unit Kerohanian Kristen UGM, yang dulunya aku begitu resisten terhadapnya, sampai-sampai tidak pernah mau terlibat di kepanitiaan atau apapun itu, sekarang mulai terasa seperti rumah yang hangat dan nyaman.
Semester 6 membuat banyak hal di kelas seolah harus lebih serius dan tegang. Perpisahan yang seharusnya masih 'nanti' sudah terasa dan bahkan terjadi saat ini. Dingin, asumtif, egois, dan individualis.
KKN hadir di waktu yang tepat. Syukurlah walau semula ngotot ingin KKN di Magelang atau Temanggung saja, eh malah mencemplungkan diri ke Banggai Kepulauan. Ke-random-an yang membawa berkat. Teman-teman baru yang baik, cerdas, solutif, inspiratif, menyenangkan, dan menuju semakin solid. Aku selalu senang menjadi penyeimbang.
Keseimbangan lain seperti,
Ada mata kuliah seminar yang membuat gila tapi ada sastra perjalanan yang mewaraskan...
Ada dosen seperti si tukang makan bayam tapi juga ada Bu Rini yang seimbang cantik paras dan hatinya...

Absurd, kala merasa telah mendewasa, tak sadar kita menjilat ludah sendiri; yang berujar akan terus menjaga kanak-kanak dalam pribadi. Bahwa persahabatan dan cinta adalah yang paling berharga. Uang, kesombongan, dan nikmat dunia lainnya adalah sia-sia. Terima kasih Tuhan (dan Pangeran Cilik).
Pikiran selalu bekerja berkali lipat lebih sibuk setelah banyak bertemu manusia lain. Quora dan rapat-rapat. Ruang-ruang bertemu ide-ide yang berseliweran. Belajar lagi dan lagi tentang empati dan peduli. Lebih baik mengalah daripada memenangkan emosi.
Sedikit lebih berani menantang adiksi. Menyadari candu itu telah mencuri demikian banyak damai dalam hati. Menggerogoti pilar-pilar percaya diri. Imposter syndrome menjadi-jadi. Harga diri terkikis ditelan bumi.
1/3 akhir masa kuliah. Langkah sudah begitu jauh menjelajah, hanya bisa berterimakasih pada Allah. Untuk segala takut dan ragu yang terus Ia buktikan salah. Semua timing yang ternyata selalu tepat, membuatku berani untuk percaya; KKN-magang-skripsi juga Ia pegang setiap prosesnya.
Dua hal terakhir: menjangkau jiwa-jiwa dan pasangan hidup. Tetaplah berdoa.



0 comments:
Post a Comment