Saturday, April 20, 2019

Aku lupa sudah berapa kali berucap, "Kamu bakal baik-baik saja," dalam sehari ini, padahal ini baru jam 12 siang. Ketakutanku membuatku tidak bisa melakukan apa-apa dan semakin membenci diri-sendiri. Seandainya saja aku bisa mendiamkan rasa takut itu dan tetap melakukan apa yang harus dilakukan, aku akan lebih bahagia. 

Aku terus berpikir, "Mungkin aku harus mencoba curhat dengan psikiater," tapi kemudian sadar butuh banyak uang untuk itu dan sekarang saja aku sudah sangat tertekan memikirkan biaya KKN. Menyebalkan sekali perasaan tidak berguna ini. Pasti menyenangkan memiliki pola berpikir yang lebih sederhana atau malah tidak banyak berpikir sama sekali. 

Kamu tidak gila, hanya terlalu banyak berpikir. Kamu tidak depresi, hanya malas dan kurang beriman . Kamu tidak punya gangguan kecemasan, hanya tidak punya kontrol diri. Kamu sehat-sehat saja, baik fisik maupun psikismu. Berhentilah mencari-cari alasan untuk ketidak-kompeten-an dan ketidak-profesional-anmu. Tidak ada alasan khusus, kamu hanya kurang berusaha. 

.
.
.


.
.
.

Aku berharap tahu alasan orang-orang ingin berjuang untuk hidup mereka. Bagaimana bisa? Apa yang mendorong mereka melakukannya? Apakah mereka tidak punya pemikiran tentang kesia-siaan? Apakah mereka tidak punya trauma kegagalan dan penolakan? Apakah mereka selalu berhasil, merasa baik tentang dirinya sendiri, dan yakin akan diterima orang lain? Apakah usaha belum pernah mengkhianati mereka dengan hasil yang buruk? Mengapa mereka begitu yakin? Mengapa begitu cerah dan optimis seolah-olah semesta memang selalu berkonspirasi membantu padahal tidak kan? Tolong jelaskan padaku semuanya... 

Karena aku tidak memahaminya. Bagiku semua percuma dan sia-sia saja. Untuk apa berusaha keras? Tidak ada yang menjamin kamu akan sukses. Untuk apa berjuang mati-matian? Seringkali orang-orang hanya beruntung karena serangkaian masa lalu dan latar belakang yang sudah bagus dari sononya. Buat apa berharap, optimis, dan mempersiapkan masa depan? Kan tidak ada kepastian semua bakal berjalan sesuai dengan keinginan kita jadi lebih baik hidup tanpa mengharapkan apa-apa. Putus asa itu bukan kesalahan, itu kondisi; bahwa kita tidak punya kuasa atas apa yang terjadi, maka tidak ada gunanya melakukan apapun. Bukankah begitu? 





0 comments:

Post a Comment