Sunday, June 2, 2019

Saat Kita Tak Terlahir Untuk Menjadi Yang Kita Inginkan

(Kita Butuh Cara Untuk Tetap Bersemangat Menggapai Yang Kita Inginkan Itu)

*atau sekadar untuk bertahan hidup

Sebagai fans K-pop semenjak 12 tahun yang lalu (iya, sudah selama itu, patokannya adalah; sudah suka K-pop sejak sebelum SHINee debut yaitu pada 2008), aku sudah banyak menyukai boyband, girlband, band, hingga penyanyi solo dan jenis-jenis penyanyi lain dari negeri ginseng. Berbagai fandom sudah kumasuki secara tidak resmi, multifandom garis keras! Taraf ke-fangirl-an sudah mencapai level: bukan cuma suka tetapi mengobservasi lebih dalam. Sudah jarang mendalami satu grup sampai sebegitu bucin, penilaian juga bukan lagi sekadar bakat dan visual karena lagipula
Some idols were born to be idols... some other idols were born to work hard to be idols. 
Beberapa idols memang terlahir untuk jadi idols. Itu yang aku sadari akhir-akhir ini. Entah karena bakat, visual maupun lainnya. Mereka adalah orang-orang yang membuat kita (atau setidaknya aku) berpikir, "Ya sayang sih kalau orang seperti ini nggak jadi idol." Absurd ya? Tapi begitulah adanya. Sejujurnya enggan mengakui bahwa Mnet dengan Produce X 101 nya lah yang membuatku sadar akan hal ini. Mnet dan segala dramanya itu memberiku pencerahan?! Ah, gengsi sekali kalau harus mengakuinya! Namun aku mengakuinya...




Kim Yohan, peringkat 1 Produce X 101 saat ini. Dia meninggalkan karir taekwondo dan perkuliahannya untuk menjadi idol, cita-citanya yang sesungguhnya. And when I saw him, damn... he's really born with it, he's born to be an idol, no doubt! Yohan punya karisma yang bisa membuat orang-orang menyukai dirinya, dan itu adalah inti dari idola: disukai orang-orang. Dia tahu cara membuat orang menyukai dirinya, perpaduan dari bakatnya dan memang natural saja; dia mudah disukai. 


Kim Wooseok a.k.a Wooshin UP10TION. Sini berantem sama aku yang bilang dia nggak pantas debut lewat PX101 karena sudah debut di UP10TION. Di Wannaone saja ada Hwang Minhyun NU'EST dan Ha Sungwoon HOTSHOT. Sah-sah saja besok ada member UP10TION, Myteen, dan Victon. Itu namanya KEMAJUAN, dari dua jadi tiga! 

Wooseok dan visualnya membuatku sadar kalau ganteng juga adalah bakat. Kenapa? Karena dia sangat tahu dan memahami ketampanannya. Wooseok bukan sekadar ganteng, dia tahu sudut-sudut dan sisi-sisi wajah bagian mana yang harus dia tonjolkan di depan kamera. Tidak semua orang berparas tampan/cantik bisa melakukan itu. Dengan kegantengan yang seperti itu aku rasa Wooseok memang terlahir untuk menjadi idol. Buat apa Tuhan mendesain muka setampan itu kalau bukan untuk diidolakan? 



Kim Kookheon is the third 'Kim' I want to talk about. If Yohan was born with idol charm, Wooseok with idol visual, then Kookheon was born with idol talents. With Yohan I'll say, "With this kinda charm it doesn't make sense if he doesn't be an idol because EVERYONE will FALL IN LOVE with him INSTANTLY!" With Wooseok I'll say, "With his face and visual that could save the nation, he must be an idol! No excuse needed, that FACE must be SHOWN TO THE WORLD!" Then with Kookheon I say, "With his MINDBLOWING TALENTS in singing and dancing!!! (His singing is approved by Lee Hongki and dancing by the dance trainer) it would be such a BIG WASTE if he doesn't be an idol!"

*Sorry for the sudden switch to English

Ya, beberapa orang memang terlahir untuk menjadi idols and it's sad that not every one of them get the chance to shine as bright. Yang membuatku selalu tertarik seolah ada gravitasi dari acara-acara semacam Produce 101 adalah 'mimpi dan perjuangan'. Aku selalu suka itu karena aku tidak benar-benar memiliki keduanya. Penggemar K-pop lain mungkin suka K-pop karena musiknya, visual idolanya, kelucuannya, atau tariannya. Aku adalah salah satu yang benar-benar bertahan untuk semangatnya. K-pop memberiku gambaran tentang kerja keras dan hasil. Mendengarkan lagu K-pop membuatku berpikir tentang perjuangan yang ada di balik lagu itu; bagaimana mereka berlatih bertahun-tahun sampai bisa bernyanyi dengan baik, keringat yang bercucuran untuk menyamakan gerakan tari, malam-malam tanpa istirahat di ruang latihan... 

Meanwhile... 
 some other idols were born to work hard to be idols. 
and some of them made it... 

because life is about 'chance' 

Aku mempercayai bahwa semua trainee punya hak yang sama untuk debut dan sukses, tetapi tak semua dari mereka memiliki kesempatan yang sama. Fakta yang menyedihkan bahwa tidak semua yang ingin maupun sudah menjadi idol masuk dalam kategori "born to be an idol".  Lebih sedih lagi; kesempatan datang pada orang-orang yang mendapat kesempatan, tidak selalu pada orang yang bekerja keras. Kita --bukan hanya idol-- terkadang memang tidak terlahir untuk menjadi yang kita inginkan. Some people will get it easier, (bukan easy ya, tapi easier) bisa jadi karena kesempatan atau karena mereka  born with it. Sejauh aku mempelajari kehidupan; seperti itulah kenyataannya. Sukses bukan perpaduan kerja keras dan bakat tetapi kesempatan.

Oleh karena itulah aku butuh K-pop, untuk terus belajar tentang perjuangan. Semua idols dan calon idols sesungguhnya bekerja sama kerasnya; berusaha sekuat tenaga untuk bisa berdiri di atas panggung :) mereka lah alasanku bertahan menjadi fangirl setelah sekian lama~  bahkan terkadang alasanku bertahan melanjutkan hidup dan terus berjuang, terus mencoba, terus berusaha, terus melakukan yang terbaik... 

0 comments:

Post a Comment